Friday, November 2, 2012

RPP tentang Transistor



Berikut ini adalah RPP Dasar-dasar Elektroika. Dengan judul Materi tentang Transistor.. Mudah-mudahan contoh RPP ini bisa bermanfaat bagi teman-teman khususnya guru-guru yang kesulitan dalam mengerjakan RPP tersebut.



 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah           : SMK....
Mata Diklat                : Teknik Audio Video
Kelas/Semester          : I ( satu ) / II (dua)
Kompetensi                : Pengetahuan Dasar Elektronika
Kompetensi Dasar     : Transistor
Alokasi Waktu           : 2 x 8 jam
Indikator                    :  1. Menjelaskan pengertian transistor.
                                       2. Menuliskan fungsi transistor.
                                       3. Menuliskan macam – macam transistor dan simbolnya
                                       4. Menuliskan cara menguji transistor.

1.  Tujuan Pembelajaran.

      1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian transistor
      2. Peserta didik dapat menuliskan fungsi transistor
      3. Peserta didik dapat menuliskan macam – macam transistor dan simbolnya
      4. Peserta didik dapat menuliskan cara menguji transistor

2. Materi Pokok.

1.     Pengertian transistor

Transistor adalah suatu bahan semikonduktor yang merupakan hasil perkembangan dioda semikonduktor. Transistor memiliki 3 buah kaki yaitu basis , colektor , dan emitor. Transistor berasal dari kata transfer dan resistor yang artinya membuat menjadi tahanan. Dengan kata lain transistor dapat berubah sifatnya dari setengah penghantar menjadi bahan panghantar. Adapun penambahan elektroda pengontrol terhadap dioda semikonduktor sehingga menghasilkan transistor bipolar yang dilakukan dengan cara mempertemukan dua buah dioda yang titik pertemuannya harus dengan elektroda sejenis 



 
 







Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.
Huruf pertama menyatakan bahan semikonduktor yang digunakan untuk membuat transistor.
A = Germanium B = Silicon C = Arsenida Galium D = Antimonida Indium
R = Sulfida Cadmium

Berikut ini adalah huruf-huruf kedua yang dimaksud :
C = transistor frekuensi rendah
D = transistor daya untuk frekuensi rendah
F = transistor frekuensi tinggi
L = transistor daya frekuensi tinggi
Contoh penerapan kode ini diantaranya adalah BF 121, AD 101, BC 108
.
1.     Fungsi transistor

            Dalam rangkaian elektronika transistor banyak digunakan sebagai penguat , penyearah, pencampur, oscillator, saklar elektronik dll.
  • Sebagai penguat transistor digunakan untuk menguatkan tegangan, arus serta daya, baik bagi arus bolak – balik maupun searah.
  • Sebagai penyearah, transistor digunakan untuk mengubah tegangan bolak – balik menjadi tegangan searah.
  • Sebagai pencampur, transistor digunakan untuk mencampur dua macam tegangan bolak – balik atau lebih yang mempunyai frekuensi berbeda.
  • Sebagai oscillator,transistor digunakan untuk membangkitkan getaran – getran listrik.
  • Sebagai saklar elektronik, transistor digunakan untuk menyambung putuskan rangkaian elektronika.

2.     Macam – macam transistor dan simbolnya

Menurut jenisnya transistor terbagi atas dua, yaitu:
·         Transistor type NPN
·         Transistor type PNP

A.Transistor type NPN
                  Transistor NPN, terdiri atas dua sambungan P-N, yang disusun mirip dua lapisan roti. Tengahnya dilapisi selai.  Bertindak sebagai dua lapisan roti adalah lapisan tebal bahan type N. Kedua lapisan roti ini dinamakan kolektor (C) dan emitor (E). Bertindak sebagai selai yang disisipkan antara kedua lapisan roti adalah lapisan tipis bahan type P, dinamakan basis (B). Arah anak panah pada symbol transistor  menunjukkan arah arus listrik mengalir. Arah aliran electron adalah berlawanan dengan arah anak panah ini.   


Karena transistor NPN tersusun dari gabungan dua dioda sambungan (sambungan N-P dan sambungan P-N) maka cara pemberian tegangannya mirip dengan cara pemberian tegangan pada dioda sambungan.
                  Kaki kolektor C dan basis  B harus diberi tegangan yang lebih positif daripada kaki emitor E, Dengan kata lain, antara kaki kolektor dan emitor (antaraC-E ) dan antara kaki basis  dan emitor ( antara B-E ) harus diberi tegangan maju.

B. Transistor PNP
                  Transistor PNP tersusun dari gabungan dua buah dioda sambungan yaitu sambungan P-N dan sambungan N-P
 
Kaki kolektor C dan basis B harus diberi tegangan yang lebih negative dari pada kaki emitornya seperti pada gambar II.15. Dengan kata lain, antara kolektor dan emitor  ( C-E )dan antara basis dan emitor ( B-E ) harus diberi tegangan mundur. Arah arus listrik pada transistor PNP berlawanan dengan arah arus listrik pada transistor PNP.
Kedua jenis PNP dan NPN tidak ada bedanya, kecuali hanya pada cara pemberian biasnya saja. Bentuk fisik transistor ini bermacam-macam kemasan, namun pada dasarnya karena transistor ini tidak tahan terhadap temperatur, maka tabungnya biasanya terbuat dari bahan logam sebagai peredam panas bahkan sering dibantu dengan pelindung (peredam) panas (heat-sink).


4. Cara menguji transistor
Adapun langkah – langkah pengujian transistror NPN adalah :
  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .
  • Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi X1.
  • Menempelkan colok hitam pada kaki Basis ( B ) dan colok merah pada kaki Emiter ( E ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan baik.
  • Selanjutnya memindahkan colok merah pada kaki Kolektor ( C ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor juga dinyatakan baik.
  • Sedang apabila dalam pengujian transistor jarum penunjuk tidak bergerak maka transistor dinyatakan rusak
  • Selanjutnya apabila pengujian dibalik, yakni colok merah pada kaki Basis ( B ), sedang kaki Emiter ( E ) dan kaki Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok hitam secara bergantian, maka jika jarum penunjuk bergerak, transistor dinyatakan rusak,kemungkinan bocor.
Kembalikan perlengkapan pengujian pada tempat semula.


Langkah – langkah pengujian transistor PNP
  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .
  • Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi X1.
  • Menempelkan colok merah pada kaki Basis ( B ) dan colok hitam pada kaki Emiter ( E ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan baik.
  • Setelah itu memindahkan colok hitam pada kaki Kolektor ( C ).
  • Jika jarum bergerak maka transistor dinyatakan baik.Jika dalam pengujian meter tidak bergerak sama sekali, maka transistor dinyatakan rusak / putus.
  • Kemudian jika pengujian dibalik yakni colok hitam pada kaki Basis ( B) sedang kaki Emiter ( E ) dan Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok merah secara bergantian, maka jika jarum bergerak, transistor dinyatakan rusak.
  • Apabila jarum bergerak menunjukkan nilai ohm yang rendah, maka dapat dipastikan bahwa transistor dalam kondisi bocor.
  • Rapikan kembali perlengkapan pengujian
   





Mengukur transistor yaitu dengan mengarahkan multimeter digital ke pengujian diode dan analog multimeter ke jangkah ukur rendah semisal × 10, seperti pengujian dioda.
Test pasangan dari ujung ukur pada kedua arah (keseluruhan enam pengujian):


  • Junction base-emitter (BE) mempunyai kelakuan seperti dioda danterhubung pada satu arah saja.
  • Junction basis-collector (BC) mempunyai kelakuan seperti dioda dan terhubung pada satu arah saja.
  • Sebuah collector-emitter (CE) harus tidak sambung ke arah lainnya.

Gambar pengujian transistor NPN

   3. Metode pembelajaran.
      1. Ceramah
      2. Tanya Jawab
      3. Demonstrasi
      4. Evaluasi

4. Kegiatan Pembelajaran
      a. Kegiatan awal
         1. Salam Pembuka.
         2. Menggali pemahaman awal siswa tentang transistor.
         3. Mengarahkan siswa kemateri pokok transistor.
         4. Memotivasi siswa untuk mempelajari tentang transistor.
      b. kegiatan inti
         1. Prosedur Pembelajaran
Ø  Tanya jawab mengenai transistor dan mengaitkan dengan materi yang telah dimilki peserta didik sebelumnya.
Ø  Guru memperlihatkan macam – macam transistor.
Ø  Memberi penjelasan pada materi pokok sampai tuntas.
Ø  Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang telah diajarkan jika belum paham.
Ø  Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan.
         2. Pembentukan Kompetensi
Ø  Mengenal dan memahami tentang transistor dengan memperhatikan bentuk – bentuk dari transistor.
Ø  Membentuk rangkuman materi.
         3. Kegiatan Akhir
Ø  Untuk Membentuk dan memantapkan penguasaan materi yang diberikan kepada peserta didik dapat dilakukan dengan pemberian tugas.
Ø  Penilaian dengan tes lisan maupun tertulis.

5. Sumber Belajar
            Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah :
Ø  Buku modul yang relevan.
Ø  Guru yang berkompeten sebagai nara sumber.

6. Evaluasi
            a. Prosedur evaluasi
Ø  Pada bagian ini guru melakukan penilaian formatif untuk mengetahui pengetahuan siswa dalam bentuk soal essay
           
            b. Pertanyaan
                  1. Jelaskan pengertian transistor ?
                  2. Tuliskan fungsi dari transistor ?
                  3. Tuliskan macam – macam transistor ?
                  4. Tuliskan simbol – simbol transistor ?
                  5. Jelaskan cara mengukur transistor baik atau tidak ?
            c. Kunci jawaban
                  1.  Transistor berasal dari kata transfer dan resistor yang artinya membuat menjadi tahanan. Dengan kata lain transistor dapat berubah sifatnya dari setengah penghantar menjadi bahan panghantar                                                            
2. Dalam rangkaian elektronika transistor banyak digunakan sebagai penguat , penyearah, pencampur, oscillator, saklar elektronik dll.
·         Sebagai penguat transistor digunakan untuk menguatkan tegangan, arus serta daya, baik bagi arus bolak – balik maupun searah.
·         Sebagai penyearah, transistor digunakan untuk mengubah tegangan bolak – balik menjadi tegangan searah.
·         Sebagai pencampur, transistor digunakan untuk mencampur dua macam tegangan bolak – balik atau lebih yang mempunyai frekuensi berbeda.
·         Sebagai oscillator,transistor digunakan untuk membangkitkan getaran – getran listrik.
·         Sebagai saklar elektronik, transistor digunakan untuk menyambung putuskan rangkaian elektronika.
                  3. Macam – macam transistor adalah :
                        a. Transistor PNP   
                        b. Transistor NPN  
                  4.Simbol – simbol transistor adalah
  a.
 



b.

5. Adapun langkah – langkah pengujian transistror NPN adalah :
  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .
  • Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi X1.
  • Menempelkan colok hitam pada kaki Basis ( B ) dan colok merah pada kaki Emiter ( E ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan baik.
  • Selanjutnya memindahkan colok merah pada kaki Kolektor ( C ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor juga dinyatakan baik.
  • Sedang apabila dalam pengujian transistor jarum penunjuk tidak bergerak maka transistor dinyatakan rusak
  • Selanjutnya apabila pengujian dibalik, yakni colok merah pada kaki Basis ( B ), sedang kaki Emiter ( E ) dan kaki Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok hitam secara bergantian, maka jika jarum penunjuk bergerak, transistor dinyatakan rusak,kemungkinan bocor.
Kembalikan perlengkapan pengujian pada tempat semula.

Langkah – langkah pengujian transistor PNP
  • Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .
  • Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi X1.
  • Menempelkan colok merah pada kaki Basis ( B ) dan colok hitam pada kaki Emiter ( E ).
  • Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan baik.
  • Setelah itu memindahkan colok hitam pada kaki Kolektor ( C ).
  • Jika jarum bergerak maka transistor dinyatakan baik.Jika dalam pengujian meter tidak bergerak sama sekali, maka transistor dinyatakan rusak / putus.
  • Kemudian jika pengujian dibalik yakni colok hitam pada kaki Basis ( B) sedang kaki Emiter ( E ) dan Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok merah secara bergantian, maka jika jarum bergerak, transistor dinyatakan rusak.
  • Apabila jarum bergerak menunjukkan nilai ohm yang rendah, maka dapat dipastikan bahwa transistor dalam kondisi bocor.
  • Rapikan kembali perlengkapan pengujian



Mengukur transistor yaitu dengan mengarahkan multimeter digital ke pengujian diode dan analog multimeter ke jangkah ukur rendah semisal × 10, seperti pengujian dioda.
Test pasangan dari ujung ukur pada kedua arah (keseluruhan enam pengujian):
  • Junction base-emitter (BE) mempunyai kelakuan seperti dioda danterhubung pada satu arah saja.
  • Junction basis-collector (BC) mempunyai kelakuan seperti dioda dan terhubung pada satu arah saja.
  • Sebuah collector-emitter (CE) harus tidak sambung ke arah lainnya.

Gambar pengujian transistor NPN

      d. Penilaian
Nomor
Tingkat Kesulitan
Bobot
1
Mudah
10
2
Sedang
15
3
Sedang
15
4
Sulit
30
5
Sulit
30
Jumlah
100
 




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment