Wednesday, December 5, 2012

Teknik Penarangan Listrik ( Pencahayaan Buatan )

Berikut ini adalah Contoh Makalah tentang Pencahayaan Buatan Pada Mata Kuliah Teknik Penerangan Listrik. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa membantu teman-teman dalam mencari bahan referensi mengenai Materi tersebut.

Untuk Lebih Jelas silahkan liat materi di bawah. Jika ada yang menambahkan,  silahkan komentar di bawah. dan mohon kritik dan sarannya.

 LATAR BELAKANG
Cahaya adalah sebuah pancaran elektromagnetik, yang mempunyai sifat dapat Memantul, Menembus, Membias, Menyerap dan dapat terlihat oleh mata kita. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat, dengan kata lain cahaya merupakan kebutuhan vital dalah kehidupan sehari-hari.

1.      Pencahayaan Buatan
Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami adalah sebagai berikut:
1. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan penghuni melihat secara detail serta terlaksananya tugas serta kegiatan visual secara mudah dan tepat
2. Memungkinkan penghuni berjalan dan bergerak secara mudah dan aman
3. Tidak menimbukan pertambahan suhu udara yang berlebihan pada tempat kerja
4. Memberikan pencahayaan dengan intensitas yang tetap menyebar secara merata, tidak berkedip, tidak menyilaukan, dan tidak menimbulkan bayang-bayang.
5. Meningkatkan lingkungan visual yang nyaman dan meningkatkan prestasi.
6. Disamping hal-hal tesebut di atas, dalam perencanaan penggunaan pencahayaan untuk suatu lingkungan kerja maka perlu pula diperhatikan hal-hal berikut ini
· Seberapa jauh pencahayaan buatan akan digunakan, baik untuk menunjang dan melengkapi pencahayaan alami.
· Tingkat pencahayaan yang diinginkan, baik untuk pencahayaan tempat kerja yang memerlukan tugas visual tertentu atau hanya untuk pencahayaan umum
· Distribusi dan variasi iluminasi yang diperlukan dalam keseluruhan interior, apakah menyebar atau tefokus pada satu arah
· Arah cahaya, apakah ada maksud untuk menonjolkan bentuk dan kepribadian ruangan yang diterangi atau tidak
· Warna yang akan dipergunakan dalam ruangan serta efek warna dari cahaya
· Derajat kesilauan obyek ataupun lingkungan yang ingin diterangi, apakah tinggi atau rendah.
Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum dapat dibedakan atas 3 macam yakni:
1. Sistem Pencahayaan Merata
Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh ruangan. Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. Pada sistem ini sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langi-langit.
2. Sistem Pencahayaan Terarah
Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah satu arah tertentu. Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu objek karena akan tampak lebih jelas. Lebih dari itu, pencahayaan terarah yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan cahaya. Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin ditimbulkan oleh pencahayaan merata.
3. Sistem Pencahayaan Setempat
Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual. Sistem pencahayaan ini sangat bermanfaat untuk:
Ø  memperlancar tugas yang memerlukan visualisasi teliti
Ø  mengamati bentuk dan susunan benda yang memerlukan cahaya dari arah tertentu.
Ø  Melengkapi pencahayaan umum yang terhalang mencapai ruangan khusus yang ingin diterangi
Ø  Membantu pekerja yang sudah tua atau telah berkurang daya penglihatannya.
Ø  Menunjang tugas visual yang pada mulanya tidak direncanakan untuk ruangan tersebut.

Cahaya buatan yang tidak baik tentunya akan mengganggu aktivitas keseharian kita, misalnya ditempat kita bekerja. Bahkan, ada kalanya dengan cahaya buatan yang baik akan mempertinggi aktivitas kita dalam bekerja jika dibandingkan pada saat beraktivitas pada cahaya siang hari (alamiah).
Perkembangan cahaya buatan dimulai dari cahaya obor dari kayu cemara, lampu minyak tanah, lilin, lampu gas sampai pada lampu listrik. Setelah listrik ditemukan, mungkin lampu-lampu jenis lain ada yang sudah tidak dipergunakan lagi.
Penerangan dibutuhkan agar mata kita merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah pencahayaan buatan dengan m emasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah cukup.
Sebagai seorang arsitek, sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencahayaan, baik pencahayaan alami ataupun pencahayaan buatan, memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan, jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.
2.      Komponen Cahaya Buatan
  1. Lampu
Lampu adalah suatu komponen cahaya buatan yang berperan sebagai sumber cahaya. Jenis-jenis lampu yang banyak digunakan, khususnya rumah tinggal sbb :


v  Lampu pijar
Lampu pijar adalah jenis lampu sebagai sumber cahaya buatan yang dibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik ke kawat wolfram sehingga terjadi panas dan cahaya. Kawat ini mempunyai ketahanan titik lebur sampai dengan 3.655 °K. bila suhu melebihi suhu tersebut maka kawat akan terputus.
Umur dari lampu ini rata-rata 1000 jam nyala. Oleh karena itu, lampu pijar juga dikatakan sebagai jenis lampu yang memproduksi cahaya dengan pemanasan benda/filament oleh arus listrik sehingga berpijar.
Didalam bola lampu ini berupa hampa udara yang berfungsi menghentikan oksidasi kawat pijar. Suhu warna lampu ini 2.500-2.700 °K (hangat). Kelebihan lampu ini adalah murah, sedangkan kekurangannya adalah cahaya yang dihasilkan kurang terang dan boros energi.

v  Lampu Neon
Lampu neon adalah lampu yang sitem kerjanya menggunakan kawat pijar tungsten sebagai katoda. Tabung neon di dalamnya mengeluarkan uap merkuri bertekanan rendah dan memancarkan sinar ultraviolet. Untuk mengurangi atau menyerap radiasi ultraviolet, pada dinding tabung neon dilapisi fosfor tipis.

  1. Starter
Starter adalah alat yang digunakan untuk pemanasan awal dari elektroda lampu dan memberikan tegangan puncak sehingga dapat memicu pelepasan electron didalam lampu. Ada dua jenis starter yaitu starter elektronik dan starter glow switch yang digunakan untuk lampu fluorescent.
  1. Ballast
Ballast yaitu alat yang dipasang pada lampu TL dan jenis lampu pelepasan gas yang berfungsi sebagai arus listrik dalam pengoprasian lampu tersebut. Ballast terdiri dari dua jenis yaitu ballast resistor dan ballast induktif.
  1. Kabel
Kabel adalah komponen listrik yang berfungsi menghantarkan energi sampai kesumber cahaya. Adapun jenis-jenis kabel sebagai berikut.
1. NYA
Kabel jenis ini merupakan kabel yang berisolasi PVC yang berintikan tunggal. Jenisnya adalah kabel udara yang berwarna merah, hitam, kuning dan biru.
Kabel NYA memiliki harga yang relative murah. Namun, karena isolasinya hanya satu lapis maka tidak cukup kuat menahan gesekan, gencetan, gigitan binatang seperti tikus. Untuk membuat jenis kabel ini menjadi lebih kuat, diperlukan pelapisan luar dengan menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi.
2. NYM
Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu) ada yang berinti 2, 3, atau 4. kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan kering dan basah. Namun tidak boleh ditanam.
       3. NYAF
Kabel NYAF merupakan kabel jenis fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibilitas yang tinggi.
4.NYY
Kabel NYY memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna Hitam) ada yang berinti 2, 3 atau 4. kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kebel tanah) dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang bahannya tidak disukai oleh tikus.
5. NYFGbY
Kabel NYFGbY ini digunakan untuk instalasi bawah tanah, didalam ruangan-ruangan di dalam saluran-saluran dan pada tempat yang terbuka dimana perlindungan terhadap gangguan mekanis dibutuhkan, atau untuk tekanan rentangan yang tinggi selama dipasang dan dioprasikan.

6. ACSR
Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari alumunium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat.
3.      Sistem Pencahayaan Buatan
Sistem pencahayaan buatan yang sering dipergunakan secara umum dapat dibedakan atas 3 macam yakni:
a.       sistem pencahayaan merata
Pada sistem ini iluminasi cahaya tersebar secara merata di seluruh ruangan. Sistem pencahayaan ini cocok untuk ruangan yang tidak dipergunakan untuk melakukan tugas visual khusus. Pada sistem ini sejumlah armatur ditempatkan secara teratur di seluruh langi-langit.

b.      sistem pencahayaan terarah
Pada sistem ini seluruh ruangan memperoleh pencahayaan dari salah satu arah tertentu. Sistem ini cocok untuk pameran atau penonjolan suatu objek karena akan tampak lebih jelas. Lebih dari itu, pencahayaan terarah yang menyoroti satu objek tersebut berperan sebagai sumber cahaya sekunder untuk ruangan sekitar, yakni melalui mekanisme pemantulan cahaya. Sistem ini dapat juga digabungkan dengan sistem pencahayaan merata karena bermanfaat mengurangi efek menjemukan yang mungkin ditimbulkan oleh pencahayaan merata.
c.       sistem pencahayaan setempat
Pada sistem ini cahaya dikonsentrasikan pada suatu objek tertentu misalnya tempat kerja yang memerlukan tugas visual.
Sistem pencahayaan ini sangat bermanfaat untuk:
·         Memperlancar tugas yang memerlukan visualisasi teliti
·         Mengamati bentuk dan susunan benda yang memerlukan cahaya
dari arah tertentu.
·         Melengkapi pencahayaan umum yang terhalang mencapai ruangan
khusus yang ingin diterangi

4.      Contoh Penggunaan Jenis Lampu Interior
·         lampu dinding : wall lamps
Lampu dinding biasa digunakan untuk tujuan menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. Bisa juga digunakan untuk memberi petunjuk arah, seperti pada lobi-lobi hotel.
·         lampu lantai : floor lamps
Lampu lantai bisa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. Jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.
·         lampu meja : desk lamps
Lampu meja banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuhan.
·         lampu langit-langit : ceiling lamp
Jenis lampu ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu atau supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga. Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak digunakan untuk perkantoran.
·         lampu gantung : pendant fixtures
Lampu jenis ini paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, karena kemudahan memasang jaringan kabel. Lampu gantung lantai dasar dengan langit-langit dari dak beton biasanya menggunakan lampu gantung. Lampu gantung juga biasa digunakan untuk ‘mengisi’ langit-langit yang cukup tinggi. misalnya di area void, tangga, dan sebagainya.
Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.

5.      Desain Lampu Untuk Fungsi Ruang
Setelah menentukan sistem pencahayan, maka dilakukan pemilihan jenis dan bentuk lampu yang tepat, agar tidak merusak pencahayaan rumah yang telah direncanakan. Pemilihan jenis lampu harus mempertimbang fungsi serta estetika, contoh nya pemilihan lampu hias yang bisa menambah nilai estetika.
Pencahayaan buatan biasanya diperlukan apabila tidak tersedia cahaya alami pada saat-saat antara matahari terbenam sampai matahari terbit. Juga pada saat cuaca di luar rumah tidak memungkinkan menghantarkan cahaya matahari ke dalam rumah.
Pencahayaan buatan pun digunakan saat cahaya matahari tidak mampu menjangkau ruangan atau tidak dapat menerangi seluruh ruangan secara merata, karena letak ruang dan lubang cahaya tidak memungkinkan bentuk armatur dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai keinginan dengan mengacu kepada persyaratan fungsionalnya, waktu penggunaannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa contoh antara lain:
a.       Untuk ruang keluarga
Pencahayaan untuk ruang keluarga atau ruang santai harus bersifat fleksibel karena beberapa aktivitas di lakukan di ruang ini setiaphari, seperti duduk-duduk santai, mendengarkandan menyaksikan sajian dari perangkat audio-visual, menerima kunjungan kerabat dekat,membaca buku, majalah, dan sebagainya.
Pencahayaan fleksibel yang dimaksud adalah tetap harus ada pencahayaan yang bersifat umum, menyebar dengan rata di seluruh ruangan, apalagi untuk aktivitas yang menghadirkan banyak orang dalam ruangan tersebut.Namun juga harus ada pencahayaan-pencahayaan khusus di beberapa sudut untuk aktivitas yang lebih khusus seperti membaca, mendengarkan musik, dan ngobrol yang sifatnya pribadi. Jenis armatur yang bersifat umum: downlight, bisa juga lampu gantung. Jenis armatur yang bersifat khusus: lampu duduk, lampu dinding, lampu tegak (standing lamp),lampu sorot (spot light)

b.      Untuk ruang makan dan dapur
Karena dapur dan ruang makan sekarang ini sering kali disatukan, pencahayaannya pun harus fleksibel, ada pencahayaan yang bersifat umum dan khusus. Pencahayaan yang bersifat umum dibutuhkan untuk menerangi area-area dengan aktivitas frekuensi kerja tinggi seperti masak-memasak (mulai dari meracik sampai menghidangkan). Pencahayaan yang bersifat khusus dibutuhkan untuk menerangi area makan di seluruh meja makan agar suasana lebih khusus, hangat, dan akrab.
Jenis armatur yang bersifat umum: downlight. Jenis armatur yang bersifat khusus: lampu gantung. Hanya perlu diingat usahakan tidak menggantung terlalu dekat dengan meja makan karena akan membuat bayangan tubuh di sekeliling meja mengganggu aktivitas makan.

c.       pencahayaan untuk ruang tidur
Walaupun ruang tidur bersifat sangat pribadi, pencahayaan sebaiknya terdiri dari dua jenis yaitu pencahayaan umum dan khusus. Pencahayaan umum berfungsi menerangi seluruh ruangan pada saat ruangan belum dipergunakan untuk tidur.
Pencahayaan khusus biasanya ditempatkan di meja sisi tempat tidur dan di meja rias. Jenis armatur untuk pencahayaan umum: downlight. Jenis armatur untuk pencahayaan khusus: lampu meja (di atas meja samping tempat tidur), lampu dinding, lampu tegak (standing lamp).

d.      pencahayaan untuk ruang kerja
Pencahayaan umum yang menerangi seluruh ruangan tetap dibutuhkan. Pencahayaan khusus di meja kerja dibutuhkan agar bekerja bisa lebih konsentrasi. Cahaya untuk meja kerja.Jenis armatur untuk pencahayaan umum: downlight atau lampu gantung.
Perlu diingat, penempatan titik lampu jangan membelakangi kursi kerja karena akan menyebabkan bayangan tubuh menutupi bidang kerja. Jenis armatur untuk pencahayaan khusus: lampu belajar/lampu kerja dengan arah cahaya dipancarkan dari sisi kiri atau kanan meja kerja, jangan dari depan karena pantulan cahaya akan membuat silau.


e.       Pencahayaan untuk kamar mandi, gudang, dan garasi
Pencahayaan untuk ruang-ruang yang disebutkan di atas sebaiknya yang bersifat umum, menerangi seluruh ruangan dengan merata dan terang benderang. Khusus untuk kamar mandi biasanya ada beberapa area yang mempergunakan pencahayaan khusus seperti cermin di atas washtafel, lemari/rak tempat penyimpanan peralatan mandi. Untuk gudang dan garasi, armatur lampu sebaiknya diberi pelindung untuk menghindari benturan dan gangguan-gangguan lain.


f.       Lampu dinding
Lampu lainnya yang biasa menerangi rumah adalah lampu dinding. Jenis ini digunakan sebagai hiasan dinding atau memberikan efek cahaya pada dinding. Bisa juga di gunakan sebagai lampu tidur. Sehingga, nilai estetika lebih menonjol dibanding fungsional sebagai penerang.
Melihat sisi estetikanya, maka pemilihan lampu jenis ini harus disesuaikan pada bentuk, gaya, serta desain interior ruang. Untuk rumah minimalis misalnya, lampu dinding kotak yang berukuran kecil menjadi pilihan. Begitu juga rumah bergaya klasik, tropis, mediteranian atau etnik, perlu disesuaikan pula dengan bentuk dan gayanya.

PENUTUP

A.    Kesimpulan
Cahaya adalah sebuah pancaran elektromagnetik, yang mempunyai sifat dapat Memantul, Menembus, Membias, Menyerap dan dapat terlihat oleh mata kita. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya secara jelas dan cepat, dengan kata lain cahaya merupakan kebutuhan vital dalah kehidupan sehari-hari.

Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain cahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan apabila posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi. Fungsi pokok pencahayaan buatan baik yang diterapkan secara tersendiri maupun yang dikombinasikan dengan pencahayaan alami

Tag : Teknik Penerangan Listrik, Pencahayaan Buatan, penerangan, listrik, contoh makalah

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment